
Kuliah Tamu Manajemen UMN : Soroti Peran Kreativitas dan Teknologi dalam Inovasi Bisnis
Februari 19, 2026
UMN Buka Peluang Kolaborasi Bersama CBS International Business School, Jerman
Februari 20, 2026
Dekan FTI UMN dalam Konferensi ICECRF 2026 (Dok. Vikrant University)
Gwalior, (31/01/2026) – Dr. Eng. Niki Prastomo, S.T., M.Sc., selaku Dekan Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) UMN menjadi salah satu keynote speaker dalam International Conference on Emerging Challenges and Research Frontiers (ICECRF) 2026 di Vikrant University, Gwalior, India. Pada konferensi ini Niki memaparkan topik “Emerging Research Frontiers in Digital Transformation: Integrating Intelligent Systems for Sustainable Environments”.
ICECRF 2026 merupakan konferensi internasional yang dilaksanakan oleh Vikrant University, India. Konferensi ini tidak semata-mata mengumpulkan akademisi saja, namun ditujukan untuk mendalami berbagai topik transformasi digital berbagai bidang, mulai dari industri, pendidikan, hingga pembangunan berkelanjutan. Topik utama ini sejalan dengan materi yang dibawakan oleh Niki, yang tidak hanya berfokus pada transformasi digital saja tapi juga mengintegrasikan keberlanjutan.
“Saya mengangkat topik tersebut karena melihat bagaimana dunia memahami transformasi digital sebagai digitalisasi atau adopsi teknologi baru. Faktanya, transformasi digital adalah perubahan sistemik yang harus dirancang dengan tujuan yang jelas, terutama ketika dunia menghadapi tantangan yang saling terhubung seperti krisis iklim, ketahanan energi, risiko keamanan siber, dan ketidakpastian sosial-ekonomi”, jelas Niki.
Niki menegaskan tujuan utama pembahasan ini ingin menunjukan bahwa trend transformasi digital seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), big data, automation, dan cybersecurity bisa menjadi enabler yang diselaraskan untuk kebutuhan sustainability, sehingga melahirkan dampak nyata dan berjangka panjang.
“Saya percaya topik antara transformasi digital dan sustainability saat ini menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan. Transformasi digital penting, namun tanpa desain dampak yang jelas perubahan ini bisa berhenti tanpa kontribusi yang kuat terhadap keberlanjutan dan ketahanan sistem”, tegas Niki.

Niki dalam sesi pemaparan materinya sebagai keynote speaker (Dok. Vikrant University)
Gagasan topik transformasi digital dan sustainability menjadi penting dalam masa depan riset. Hal ini juga dipaparkan oleh Niki bahwa sustainability tidak selalu tentang isu lingkungan, mulai dari penggunaan AI untuk decisions intelligence, IoT diterapkan secara kontekstual, bagaimana keamanan digital menjadi syarat kepercayaan, hingga sistem energi dan bangunan menjadi wadah nyata penerapan teknologi berkelanjutan.
“Lewat ICECRF 2026, saya ingin menekankan bahwa transformasi digital harus dipahami sebagai perubahan sistem, sehingga dibutuhkan kemampuan merancang sistem yang utuh mulai dari desain, data, proses, keamanan, sampai dengan tata kelola. Selain itu, saya juga menekankan penggunaan manfaat AI yang berdampak mulai dari forecasting, fault detection, dan optimization”, tambahya.
Sebagai penambahan, Niki menguraikan peran institusi dalam menghadapi perubahan di masa depan, salah satunya mendesain transformasi digital melalui pendekatan terstruktur dan tersistem. Dalam arti, sebuah institusi membutuhkan roadmap, prioritas riset, mekanisme kolaborasi, hingga ukuran dampak yang jelas. Melalui strategi ini, transformasi digital dapat menghasilkan perubahan yang berdampak dan berkelanjutan.

Pemaparan materi oleh Niki kepada peserta konferensi ICECRF 2026 (Dok. Vikrant University)
“Lewat konferensi ini, saya harap peserta tidak hanya mendapat wawasan tentang teknologi terbaru tapi juga memperoleh perspektif yang lebih luas terkait riset dan inovasi, sehingga peserta pulang dengan pemahaman baru terkait research frontier, transformasi digital tidak hanya memperbanyak teknologi baru, tapi memperkuat integrasi sistem yang lebih aman, efisien, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat”, ucap Niki.
Niki berharap lewat konferensi ini dapat menjadi titik awal membangun ekosistem kolaborasi yang lebih luas, baik antar peneliti, institusi, industri, serta komunitas. Diharapkan institusi yang turut serta dalam konferensi ini terdorong untuk menyusun pendekatan yang terencana, strategis, dan selaras dengan sustainability.
“Melihat masa depan riset, permasalahan dan tantangan yang ada akan semakin kompleks dan saling terkait, sehingga solusi juga harus lahir dari kolaborasi lintas disiplin dan bahkan lintas negara”, tutup Niki.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.



