Jurusan Konversi Energi: Apa Itu dan Gimana Peluang Kariernya?
Maret 5, 2026
Foto bersama jajaran UMN bersama perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, dan jajaran UiTM, Malaysia (Dok. UMN)
Tangerang, (04/02/2026) – Universitas Multimedia Nusantara baru saja menerima kunjungan dari salah satu mitra perguruan tinggi, Universiti Teknologi Mara (UiTM). Kunjungan ini tidak hanya membahas peluang kolaborasi antara UMN dan UiTM, tetapi juga dilengkapi dengan sesi panel talk bersama Fakultas Seni dan Desain UMN.
UiTM merupakan salah satu mitra perguruan tinggi UMN yang sudah melaksanakan berbagai program internasionalisasi, mulai dari pertukaran pelajar, pertukaran dosen, sampai dengan studi lanjut S3 para dosen UMN. Kali ini, UMN berkesempatan untuk mendiskusikan peluang kolaborasi lebih lanjut yang berfokus pada isu global.
“Kolaborasi ini mencerminkan kemitraan akademis yang strategis, dan tidak hanya untuk UMN dan UiTM saja tapi juga untuk Indonesia dan Malaysia. Kolaborasi ini tidak hanya formalitas saja, tapi saya yakin ada banyak kolaborasi yang bisa dilakukan untuk mendukung visi masa depan bersama”, ucap Puan Mujahidah Khairun Nisan binti Rosli, selaku Head of Strategic Management Section, Management Services Division, Department of Higher Education, Ministry of Higher Education Malaysia.
Bagi Puan, kolaborasi ini dapat menjadi wadah untuk Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam pendidikan tinggi. Dengan kunjungan ini diharapkan kolaborasi yang ada bisa semakin kuat, dan melahirkan kolaborasi yang berharga untuk dua negara.
“Senang rasanya bisa terus berkolaborasi bersama UMN secara konsisten, ini menjadi bukti nyata komitmen dua perguruan tinggi dalam menjajaki kolaborasi yang sukses baik untuk program mahasiswa maupun program untuk dosen”, ucap Assoc. Prof. Dr. Muhamad Abdul Azis Ab Gani, selaku Deputy Rector for Research, Industry Networking, Community & Alumni, UiTM, Malaysia.
Muhamad menegaskan, kolaborasi kedepannya yang bisa dilakukan bersama UMN dengan melibatkan industri yang sejalan dengan program yang akan dilaksanakan. Dengan melibatkan industri, diharapkan kolaborasi ini bisa memberikan dampak positif dan penemuan baru utamanya pada riset di bidang Artificial Intelligence (AI).
“Kunjungan ini menjadi penting bagi UMN untuk terus memperkuat kolaborasi dengan UiTM. Kolaborasi ke depannya terkait AI, baik riset maupun program-program lainnya, menjadi fokus yang sejalan dengan UMN, mengingat kemampuan teknologi saat ini menjadi penting untuk ditanamkan pada civitas akademik, tanggap Dr. Andrey Andoko selaku rektor UMN, dalam diskusi.
Andrey sendiri terbuka untuk berbagai kolaborasi bersama UiTM, khususnya pada bidang AI dan Sustainability. Diharapkan kolaborasi ini bisa melahirkan solusi baru yang strategis dan berkelanjutan. Menambah diskusi ini, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, juga menginisiasikan berbagai program baru.
“UiTM menjadi salah satu mitra UMN yang telah mendukung berbagai program internasionalisasi UMN terutama untuk mahasiswa. Inisiatif program internasional lainnya yang dapat dilakukan bersama adalah international exhibition, konferensi, sampai dengan pertukaran dosen. Diharapkan juga kolaborasi ini bisa melahirkan riset dan publikasi baru”, jelas Friska.
Friska juga membuka kolaborasi ini untuk berbagai fakultas lainnya di UMN yang bisa diselaraskan bersama, dan diharapkan lewat kolaborasi baru nantinya bisa mempererat hubungan antara UMN dan UiTM di masa depan. Memperkaya diskusi, Prof. Dr. Florentina Kurniasari T., S.Sos., M.B.A., selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Keberlanjutan UMN, juga merespon kolaborasi terkait riset yang bisa dilakukan bersama.
“UMN dan UiTM sudah memiliki hubungan yang cukup kuat, dan terdapat berbagai kolaborasi yang sudah sukses dijalankan. Tentu kedepannya kita bisa mengkolaborasikan riset dengan dosen UMN, khususnya para dosen UMN yang sedang mengenyam pendidikan doktoral di UITM”, ucap Sari.
Selain di bidang riset, Sari juga membuka kolaborasi dengan Sustainability Center UMN. Baginya kolaborasi mencakup keberlanjutan bisa sangat luas, dan tidak hanya memberikan dampak baik pada UMN saja, tapi juga UiTM.

Sesi Panel Talk bersama Puan dan Azhar, bersama FSD UMN (Dok. UMN)
Selain diskusi terkait kolaborasi antara UMN dan UiTM, visitasi ini juga dilengkapi dengan sesi panel bertajuk “Rethinking Creativity: Ethical Challenges of Generative AI in The Arts & its Policy Models in Malaysia”, diisi oleh Puan Mujahidah Khairun Nisan binti Rosli selaku Representative of The Ministry of Higher Education, Malaysia bersama Profesor Madya Dr. Azhar Abd Jamil selaku Dean Fakulti Seni Lukis & Seni Reka, UiTM, Malaysia.
Sesi panel diskusi ini menjadi wadah untuk membagikan perspektif yang luas terkait inovasi AI khususnya dalam industri kreatif. Baik dari penggunaan serta etika AI yang tepat, bagaimana hak cipta dalam teknologi AI, isu penyalahgunaan AI pada pembelajaran, hingga solusi yang dapat diterapkan untuk pembelajaran di masa depan.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.

