
Mau Kerja di Bidang Big Data? Ini Jurusan yang Tepat di UMN
Oktober 19, 2026
UMN Buka Peluang Kolaborasi bersama Yuxi Normal University, China
Oktober 17, 2026
Rektor UMN menyampaikan sambutan dalam pembukaan HR Gathering UMN 2026 di Fairmont Jakarta. (Dok UMN)
TANGERANG – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui Career Development Center (CDC) kembali menyelenggarakan HR Gathering pada Rabu (14/10/2026) di Fairmont Jakarta untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam mempersiapkan talenta masa depan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Mengusung tema “Future-Ready Workforce: Leading People Through AI, Sustainability, and Organizational Transformation”, kegiatan ini melibatkan mitra industri dalam membahas pengembangan kompetensi mahasiswa di tengah transformasi teknologi dan perubahan kebutuhan tenaga kerja.
Perkuat Kolaborasi Industri dan Pendidikan
HR Gathering UMN 2026 menjadi wadah bagi fakultas-fakultas UMN untuk memaparkan proposal kolaborasi kepada mitra industri. Pemaparan ini memperkenalkan kompetensi lulusan dari berbagai bidang, termasuk bisnis, komunikasi, teknik dan informatika, serta seni dan desain, yang berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan industri.

Dr. Prio Utomo menyampaikan proposal kolaborasi UMN dalam HR Gathering UMN 2026.(Dok. UMN)
Melalui pemaparan tersebut, UMN membuka peluang kerja sama dengan perusahaan untuk menyelaraskan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi ini dapat dikembangkan melalui program magang, penyelarasan kurikulum (curriculum matching), kuliah tamu, pelatihan dan sertifikasi, serta penelitian terapan.
Masukan dari mitra industri juga menjadi pertimbangan bagi perguruan tinggi dalam menyesuaikan kurikulum dan metode pembelajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan profesional. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memperoleh pembelajaran yang tidak hanya berlandaskan teori, tetapi juga sesuai dengan praktik dan tantangan di dunia kerja.
Adaptasi Kepemimpinan di Era AI
Setelah pemaparan proposal dari fakultas-fakultas UMN, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Arnold Wardiyanto selaku HR Director Samsung Electronics Indonesia mengenai AI, transformasi kerja, dan kepemimpinan. Dalam pemaparannya, Arnold menyoroti bahwa penggunaan teknologi AI perlu diikuti dengan penyesuaian alur kerja dan pembagian tanggung jawab agar teknologi dapat dimanfaatkan secara efektif.
Ia menjelaskan bahwa pekerjaan perlu ditinjau kembali untuk menentukan tugas yang dapat diotomatisasi menggunakan AI, tugas yang membutuhkan kolaborasi manusia dan AI, serta pekerjaan yang tetap memerlukan penilaian manusia. Dalam proses rekrutmen, misalnya, AI dapat membantu pencarian dan penyaringan kandidat, sedangkan penilaian akhir dan pengambilan keputusan tetap menjadi tanggung jawab manusia.

Pemaparan oleh Arnold Wardiyanto. (Dok. UMN)
Arnold juga menekankan pentingnya kesiapan pemimpin dalam menghadapi perubahan teknologi. Menurutnya, organisasi perlu mendorong pembelajaran berkelanjutan, meningkatkan kemampuan karyawan, serta membangun budaya kerja yang adaptif terhadap perubahan.
Selain adaptasi organisasi, kesiapan menghadapi perkembangan AI juga membutuhkan penguasaan literasi AI dan kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa perlu memahami cara memanfaatkan teknologi secara tepat sekaligus mampu mengevaluasi informasi dan hasil yang dihasilkan AI. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting agar lulusan dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri tanpa mengesampingkan peran manusia dalam proses pengambilan keputusan.
Dalam wawancara pada kegiatan tersebut, Arnold turut menyoroti pentingnya hubungan positif antara industri dan perguruan tinggi.
“Menurut saya sih, sebuah kegiatan yang keren banget dari UMN ya. Karena sebetulnya link and match antara industri dan kampus ini memang harus terjalin secara positif,” ujar Arnold.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan industri dapat membantu perguruan tinggi memperoleh masukan untuk menyesuaikan kurikulum dan metode pengajaran dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui kolaborasi lintas bidang, UMN mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan industri, mulai dari teknologi, komunikasi, hingga kreativitas digital. Keterlibatan mitra industri diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan dunia kerja.

Peserta HR Gathering UMN 2026 menyimak pemaparan narasumber. (Dok. UMN)
Apresiasi bagi Mitra Industri
Sebagai bagian dari rangkaian acara, HR Gathering UMN 2026 juga diisi dengan pemberian penghargaan melalui dua kategori, yaitu Outstanding Graduate Employer dan Outstanding Internship Partner.
Pada kategori Outstanding Graduate Employer, penghargaan diberikan kepada Metro TV, Sinar Mas Land, Grup BCA, dan Mayora. Sementara itu, kategori Outstanding Internship Partner diberikan kepada Moore, Wings, Global Loyalty Indonesia, Alfagift, dan LYS Animation.
Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi UMN atas kontribusi mitra industri dalam mendukung pengembangan karier lulusan serta memberikan pengalaman profesional kepada mahasiswa melalui program magang.

Pemberian penghargaan Outstanding Graduate Employer kepada perusahaan mitra UMN. (Dok. UMN)

Pemberian penghargaan Outstanding Internship Partner kepada mitra industri UMN.(Dok. UMN)
Melalui HR Gathering UMN 2026, UMN mendorong kemitraan berkelanjutan dengan industri untuk menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Sinergi ini diharapkan dapat mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi tantangan profesional pada masa mendatang.
By Manuela Salomonsz | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. umn.my.id




