
Kenapa Mahasiswa Sudah Direkomendasikan Mengambil Sertifikasi MOS untuk Persiapan Karier 2026?
Maret 3, 2026
Perkuat Jejaring Global, UMN Terima 34 Mahasiswa Pertukaran Pelajar Internasional
Maret 4, 2026
Tangerang – Salah satu dosen di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Fahmy Rinanda Saputri dari program studi Teknik Fisika berhasil meraih hibah dari Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN). Fahmy bersama mitranya meneliti tentang Adaptive Smart Switch IoT berbasis teknologi soft sensor untuk manajemen energi bangunan.
Penelitian tersebut berupaya mendukung kebijakan nasional Bangunan Gedung Hijau (BGH), mengingat kebutuhan akan bangunan yang efisien dan berkelanjutan kini semakin meningkat. Penelitian ini juga berupaya memecahkan tantangan integrasi teknologi pada bangunan eksisting (lama) yang seringkali membutuhkan biaya renovasi tinggi dan infrastruktur yang tidak mendukung fitur modern.
“Gedung-gedung (kantor, mal, hotel, dll.) diketahui memiliki konsumsi energi dan air yang sangat tinggi, namun memiliki potensi penghematan yang signifikan jika dikelola dengan prinsip bangunan hijau,” ujar Fahmy ketika ditanya soal alasannya memilih fokus pada manajemen energi bangunan.
“Smart switch konvensional sulit diterapkan pada bangunan eksisting tanpa modifikasi besar,” ujarnya lagi.
Ketika membahas tentang dampak yang diharapkan dari penelitian ini, Fahmy mengatakan dia dan mitranya berupaya mencapai efisiensi energi bangunan, dengan target pengurangan konsumsi energi hingga 30% pada bangunan. Mereka juga ingin meningkatkan perlindungan sistem bangunan dari ancaman siber (cyber security) pun mempercepat implementasi Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Cerdas di Indonesia.
Untuk memenuhi harapan tersebut, penelitian ini berupaya memberikan kemudahan adaptabilitas, efisiensi biaya, dan integrasi sistem dalam mencapai target Bangunan Gedung Hijau (BGH).
- Adaptabilitas: Mengembangkan smart switch yang mendukung sistem Single Line Diagram (SLD) sehingga mudah dipasang baik di bangunan baru maupun eksisting.
- Efisiensi Biaya dengan Soft Sensor: Mengganti sebagian kebutuhan sensor fisik yang mahal dengan algoritma soft sensor berbasis data untuk memantau kondisi ruang.
- Integrasi Sistem: Menyatukan kontrol energi, monitoring okupansi, dan keamanan siber dalam satu platform IoT yang bekerja secara otomatis dan responsif terhadap kondisi nyata di lapangan.
Fahmy juga berharap penelitian ini bisa menjadi katalisator bagi kemajuan produk teknologi nasional, mendukung transformasi pasar smart building di Indonesia dengan menyediakan alternatif produk lokal yang unggul secara teknis dan keamanan, pun menciptakan sistem manajemen energi yang lebih cerdas dan hemat energi guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
By Putu Wiena | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




