
Mahasiswa UMN Raih Medali Emas Pada Ice Hockey SEA Games 2025
Januari 5, 2026
Foto bersama kegiatan syukuran awal tahun 2026 UMN (Dok. UMN)
Tangerang, (08/01/2026) – Universitas Multimedia Nusantara mengadakan syukuran awal tahun bersama dosen-dosen dan karyawan UMN. Kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat visi dan misi UMN dimasa depan saja, tapi juga meningkatkan solidaritas antara dosen serta karyawan UMN. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahunnya oleh Rektorat UMN, bekerjasama dengan Human Resources Department UMN untuk seluruh karyawan UMN.
Dalam menjajaki tahun baru 2026, UMN menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan unggul, adaptif, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk UMN terus mengembangkan sumber daya yang unggul di tengah tantangan global. Syukuran ini dibuka oleh Ketua Yayasan Multimedia Nusantara Ir. Teddy Surianto.

Teddy membuka kegiatan syukuran awal tahun UMN (Dok. UMN)
“Yayasan memiliki pijakan yang sama dengan Kompas Group, peduli terhadap sesama, dipercaya dan diandalkan, terampil di bidangnya, unggul, dan melayani dengan baik. Namun tentu pijakan ini masih diperlukan parameter lainnya, salah satunya ‘manusia praksis’ istilah yang sering disebut oleh Pak Jakob Oetama”, ucap Teddy.
Teddy menjelaskan dari pandangan Pak Jakob, manusia praksis adalah manusia yang berbuat. Manusia yang memiliki visi dan misi, nilai, sampai dengan tujuan utama. Bagi Teddy, manusia praksis memiliki makna sebagai manusia yang memiliki mimpi besar dan juga mensyukuri hasil yang sudah dilakukan.
“Semua yang sudah kita lakukan sampai disini harus kita syukuri karena sudah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Saya sangat berterimakasih karena kita sudah membuktikan pekerjaan kita dengan baik sampai tahun ini, serta berusaha sampai sukses”, tambah Teddy.
Teddy berharap, yang nantinya akan dicapai di tahun 2026 bisa berjalan dengan baik dan penuh sukacita. Teddy juga meninggalkan pesan kepada para dosen dan karyawan untuk mengisi sepanjang tahun 2026 dengan kebahagian dan rasa syukur.
“Pendidikan bukan hanya menyampaikan ilmu, tapi mengantarkan anak didik kita pada makna di balik ilmu. Pendidik memiliki peran penting untuk memberikan masa depan dan mengangkat harkat manusia”, tutup Teddy.
Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko juga turut hadir dalam kegiatan ini dan menyampaikan visi utama UMN yakni menjadi perguruan tinggi yang unggul baik secara nasional dan internasional, memiliki kompetensi tinggi, dan berbudi pekerti luhur. Tentu dengan visi ini diharapkan bisa sampai pada misi yang sama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Andrey memaparkan visi misi UMN di tahun 2026 (Dok. UMN)
“Sebagai perguruan tinggi, kita memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia untuk bisa berdampak dan menghadapi perubahan yang terjadi. Berbagai isu dan permasalahan saat ini dekat dengan kita mulai dari Artificial Intelligence (AI) dan Sustainability. Dua isu ini juga menjadi topik besar di UMN”, papar Andrey.
Menurut Andrey, dengan adanya kemajuan teknologi AI manusia tidak akan tergantikan, namun manusia harus bisa melebihi AI (beyond AI). Baginya, manusia akan hidup berdampingan dengan AI, namun tidak boleh luput dari tanggung jawab dan etika yang harus diimplementasikan serta terus mengasah human skills.
“Selain isu AI, saya harap para dosen dan karyawan bisa mengimplementasikan dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Saat ini kita tahu SDGs sudah digunakan dalam kerangka pembelajaran dan riset, diharapkan nantinya kita bisa meningkatkan kemampuan sumber daya dan lulusan UMN dengan green skills”, tambah Andrey.
Andrey juga berpesan untuk para dosen dan karyawan UMN agar bisa terus melakukan perbaikan yang berkelanjutan, sehingga bisa memberikan pendidikan yang relevan, adaptif, dan produktif. Melalui ini nantinya UMN bisa menciptakan berbagai keunggulan baru dan inovatif.
“Harapan saya tahapan UMN menuju world class university bisa tercapai, dan melibatkan civitas akademik UMN baik dimulai dari international research, bermitra dengan universitas internasional, dan mendukung berbagai program internasionalisasi lainnya”, tutup Andrey.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pemberian apresiasi kepada dosen-dosen UMN yang berhasil menempuh studi lanjut doktoral. Tahun 2025, terdapat tujuh dosen dari masing-masing bidangnya yang telah sukses melanjutkan studi doktoralnya.

Pemberian apresiasi kepada jajaran dosen yang telah menempuh studi doktor (Dok. UMN)
- Trihadi Pudiawan Erhan, S.E., M.S.E., Ph.D., Lulus Program Doktor dari University of Western Australia
- Dr. Hendrico Firzandy Latupeirissa, S.T., M.Ars., Lulus Program Doktor dari Universitas Indonesia
- Dr. Bonifacius Hendar Putranto, S.S., M.Hum., Lulus Program Doktor dari Universitas Indonesia
- Dr. Ina Listyani Riyanto, S.Pd., M.A., Lulus Program Doktor dari Institut Seni Indonesia, Surakarta
- Fransiscus Xaverius Lilik Dwi Mardjianto, S.S., M.A., Ph.D., Lulus Program Doktor dari University of Canberra
- Dr. Nabila Husna Shabrina, S.T., M.T., Lulus Program Doktor dari Universitas Indonesia
- Bharoto Yekti, S.Ds., M.A., Ph.D., Lulus Program Doktor dari University of Glasgow
Selain itu, adapun pemberian penghargaan pada dosen-dosen yang berhasil mencapai Jenjang Jabatan Akademik (JJA) Lektor Kepala :
- Dr. Santo Fernandi Wijaya, S.Kom., M.M., Program Studi Sistem Informasi
- Angga Aditya Permana, S.Kom., M.Kom., Program Studi Informatika
- Elissa Dwi Lestari, S.Sos., M.S.M., Program Studi Manajemen
- Dr. Ika Yanuarti, S.E., M.S.F., CSA., Ph.D., Program Studi Manajemen
“Menurut saya acara ini sangat menarik untuk dilaksanakan di awal tahun, selain memberikan apresiasi juga memberikan motivasi kepada teman-teman dosen untuk terdorong melanjutkan studi doktor”, ucap Fransiscus Xaverius Lilik Dwi Mardjianto, S.S., M.A., Ph.D., salah satu Dosen Program Studi Jurnalistik yang berhasil menempuh program Doktor di University of Canberra.
Fransiscus merasa terdukung oleh UMN baik secara moril maupun materil, salah satunya dukungan dari rektorat UMN yang selalu mempertanyakan progres, kebutuhan, dan kesulitan yang dirasakan selama studi doktoral. Bagi Fransiscus dukungan ini menjadi penting untuk terus bisa menjaga performa selama studi.
“Pesan saya untuk para dosen-dosen UMN menjaga performa saat ini, dan saya harap UMN bisa terus memberikan dukungan kepada dosen-dosen lainnya. Baik melalui beasiswa studi lanjut doktoral atau memperluas jangkauan studi, sehingga nantinya tidak hanya wilayah Asia saja tapi bisa menjangkau Asia Timur sampai dengan Eropa”, tambah Fransiscus
Trihadi Pudiawan Erhan, S.E., M.S.E., Ph.D., juga menyamapikan rasa banggannya bisa kembali ke UMN setelah menyelesaikan studi doktoralnya di University of Western Australia. Melalui kegiatan ini Trihadi merasa terapresiasi dan baginya ini menjadi bentuk perhatian institusi kepada para dosen.
“UMN memberikan dukungan finansial dan nonfinansial yang tentunya ini sangat membantu proses studi lanjut doktoral saya. Selama menjalani program doktoral, saya mendapat banyak dukungan dan motivasi dari keluarga UMN”, papar Trihadi
Menurut Trihadi, program doktoral menjadi hal yang baik untuk dosen-dosen tidak hanya menambah pengetahuan baru saja, tapi juga memberikan karir yang panjang kedepannya. Bagi Trihadi, diperlukan keyakinan, keberanian, serta komitmen yang dalam untuk bisa melewati proses studi doktoral.
Apresiasi ini tidak hanya semata-mata pemberian penghargaan saja tapi juga memberikan motivasi kepada para dosen lainnya untuk melanjutkan studi lanjut mereka. Saat ini terdapat 35 dosen yang melanjutkan jenjang studi doktoral mereka lewat beasiswa yang diberikan oleh UMN. ini menjadi bukti dan komitmen UMN dalam mendukung serta mendorong para dosen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajar.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




