
Thrifting: Solusi Ramah Lingkungan dalam Sustainable Fashion yang Wajib Dicoba Mahasiswa
Juni 11, 2026
Apa Itu Akreditasi Kampus? Fungsi Penting yang Wajib Dipahami Calon Mahasiswa
Juni 10, 2026
Jejak karbon digital, bahaya tersembunyi di era digital. (Sumber:Unsplash/Gilles Lambert)
Jejak karbon digital adalah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas online kita. Sumbernya ada tiga: perangkat yang dipakai, pusat data yang menyimpan file dan video, serta jaringan yang mengantarkan datanya.
Internet sering dibayangkan sebagai sesuatu yang tak berbobot. Padahal setiap pesan, video, dan file di cloud bergantung pada pusat data yang menyala sepanjang hari.
Baca juga: 5 Jurusan Kuliah yang Fokus pada Green Technology
Seberapa Besar Dampak Jejak Karbon Digital?
Angka paling mutakhir datang dari International Energy Agency. Pada 2024, pusat data di seluruh dunia mengonsumsi sekitar 415 terawatt-jam listrik, setara dengan 1,5 persen dari konsumsi listrik global. Sejak 2017, angkanya tumbuh sekitar 12 persen per tahun, lebih dari 4 kali laju pertumbuhan konsumsi listrik secara keseluruhan.
IEA memperkirakan kebutuhan itu berlipat ganda menjadi sekitar 945 terawatt-jam pada 2030, sedikit lebih besar daripada total konsumsi listrik Jepang hari ini.
Laporan Greening Digital Companies 2025 dari ITU menambahkan gambaran dari sisi perusahaan. Sebanyak 164 perusahaan digital yang melapor menghabiskan 581 terawatt-jam listrik pada 2023, atau 2,1 persen dari konsumsi listrik dunia. Sepuluh perusahaan saja menyumbang separuhnya.
Tren kenaikannya juga terlihat jelas. ITU mencatat empat perusahaan yang berfokus pada AI mengalami kenaikan emisi operasional rata-rata sekitar 150 persen sejak 2020. Senada dengan itu, laporan lingkungan Google 2025 mencatat total emisi perusahaan naik 11 persen dalam setahun dan 51 persen dibanding 2019.
Apakah Satu Prompt AI Benar-Benar Boros?
Pada Agustus 2025, Google untuk pertama kalinya merilis angka konkretnya. Satu prompt teks di Gemini rata-rata memakai 0,24 watt-jam listrik dan menghasilkan 0,03 gram CO2e, setara dengan menonton televisi kurang dari 9 detik.
Artinya, rasa bersalah karena bertanya kepada chatbot sebenarnya kurang tepat sasaran. Yang menumpuk bukan satu prompt, melainkan miliaran prompt setiap hari, ditambah energi untuk melatih modelnya. Di tingkat pribadi, ada kebiasaan lain yang jauh lebih berpengaruh.
Baca juga: Fasilitas dan Teknologi Hijau di Kampus Modern Berkelanjutan
Bagaimana Mahasiswa Bisa Mengurangi Jejak Karbon Digital?
1. Pakai perangkat lebih lama: Inilah langkah terbesar, dan paling jarang disebut. Laporan lingkungan Apple untuk iPhone 17 (September 2025) mencatat jejak karbon satu unit sebesar 55 kg CO2e sepanjang masa pakainya, dengan proses produksi sebagai penyumbang terbesar. Menunda ganti perangkat satu atau dua tahun, dan memilih memperbaiki ketimbang mengganti, mengalahkan semua tips lain di daftar ini.
2. Turunkan resolusi streaming: Menonton 4K mengonsumsi data jauh lebih banyak dibandingkan dengan 480p. Untuk video yang hanya didengarkan sambil mengerjakan tugas, 720p sudah lebih dari cukup.
3. Kirim tautan, bukan lampiran: Satu file yang dikirim ke sepuluh orang berarti sepuluh salinan tersimpan di server. Berbagi lewat tautan membuat filenya cukup satu.
4. Atur perangkat agar tidur sendiri: Setel mode sleep setelah 15 sampai 30 menit tanpa aktivitas, dan matikan laptop saat malam.
5. Tulis prompt AI yang jelas sejak awal: Satu permintaan spesifik lebih hemat daripada sepuluh percobaan yang meleset.
Bagaimana dengan menghapus email lama? Dampaknya ada, tetapi kecil. Kebiasaan ini berguna untuk menjaga kerapian, bukan sebagai andalan utama.
Baca juga: Green Job: Peluang Karier Baru untuk Mahasiswa
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQs)
1. Apa itu jejak karbon digital?
Emisi gas rumah kaca dari aktivitas digital, mencakup energi untuk perangkat pengguna, pusat data, dan jaringan.
2. Berapa besar konsumsi listrik pusat data dunia?
Sekitar 415 terawatt-jam pada 2024, atau 1,5 persen dari konsumsi listrik global, menurut IEA. Angka ini diperkirakan menjadi sekitar 945 terawatt-jam pada 2030.
3. Berapa energi satu prompt AI?
Google melaporkan satu prompt teks Gemini rata-rata memakai 0,24 watt-jam dan menghasilkan 0,03 gram CO2e, setara dengan menonton televisi kurang dari sembilan detik.
4. Apa cara paling efektif mengurangi jejak karbon digital?
Memakai perangkat lebih lama, karena sebagian besar emisi ponsel dan laptop berasal dari proses produksinya, bukan dari pemakaian sehari-hari.
Jejak karbon digital memang tidak terlihat, tetapi bukan berarti tidak ada. Yang menarik, langkah paling berdampak justru yang paling jarang disebut: memakai perangkat yang sudah kamu punya selama mungkin.
By Levina Chrestella Theodora
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. umn.my.id




